Dompet Dhuafa Waspada Lakukan Monev Program Da’i di Empat Kecamatan Karo

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Kiri-Kanan: Tim Dompet Dhuafa Kintaro dan Dina, Da'i Ustadz Didik (Tengah), warga Kabupaten Karo, dan SPv Program Dompet Dhuafa Waspada Muhammad Fauzitra saat berkunjung ke ladang warga.

Tim Dompet Dhuafa Waspada (DDW) melakukan monitoring dan evaluasi (monev) Program Da’i di empat kecamatan wilayah Kabupaten Karo, yakni Ajijulu, Dolat, Merdeka, dan Tiga Panah. Kegiatan ini bertujuan memastikan efektivitas peran Da’i dalam menjalankan tugas dakwah di wilayah binaan.

Monev dilakukan melalui peninjauan langsung ke lokasi penugasan Da’i, memantau aktivitas dakwah, jumlah dan keterlibatan jamaah, serta tantangan yang dihadapi di lapangan. Tim juga mengevaluasi laporan kegiatan rutin Da’i, inovasi metode dakwah yang digunakan, dan kontribusinya terhadap peningkatan pemahaman serta praktik keagamaan masyarakat.

Muhammad Fauzitra, Supervisor Program Dompet Dhuafa Waspada, mengatakan bahwa Program Da’i merupakan salah satu upaya lembaganya dalam memperkuat dakwah di wilayah minoritas muslim.

“Kami melihat langsung bagaimana para Da’i menjalankan perannya, mulai dari ceramah, pengajian rutin di rumah warga, hingga membina jamaah. Kehadiran mereka sangat berarti bagi peningkatan pemahaman agama masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, “Hasil monev menunjukkan partisipasi jamaah di empat kecamatan cukup baik, berkisar 20 hingga 25 warga lokal di setiap kegiatan. Meski demikian, ada tantangan seperti keterbatasan sarana pendukung dakwah dan akses menuju lokasi tugas yang akan menjadi perhatian kami ke depan.”

Salah satu Da’i yang dimonev, Ustaz Didik, mengaku bersyukur atas dukungan dan pendampingan yang diberikan.

“Kami berusaha semaksimal mungkin untuk menyampaikan dakwah dengan metode yang sesuai kondisi masyarakat di sini. Selain ceramah, kami juga mengadakan pengajian rutin di rumah warga agar suasananya lebih akrab,” tuturnya.

Ia juga menceritakan tantangan yang dihadapi di lapangan. “Akses ke beberapa wilayah cukup sulit, apalagi saat hujan. Tapi alhamdulillah, antusiasme jamaah tetap tinggi. Kami berharap program ini terus berlanjut agar pembinaan bisa lebih intensif,” tambahnya.

Berdasarkan hasil monev, Program Da’i di Kabupaten Karo dinilai berjalan sesuai rencana awal dan telah memberikan dampak positif bagi masyarakat binaan.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

Tinggalkan Komentar