Kampoeng Ternak Mandiri, Upaya DDWaspada Entaskan Kemiskinan

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

Batu Bara– Kemiskinan dan penganggura n kerap menjadi isu yang mencuat di Sumatera Utara. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Utara, jumlah penduduk miskin tercatat 1 453.870 jiwa pada Maret 2017 dan pada November 2015 jumlah angkatan kerja tercatat 6.39 juta orang dan jumlah orang yang terserap di dunia kerja sekitar 5,96 juta orang, artinya ada sekitar 428 ribu penduduk Sumut menganggur. Fakta ini menjadi lebih ironis ketika tersebar berita tentang banyaknya tenaga asing ilegal yang masuk ke Sumut. Mau tidak mau, tentu hal ini mencuatkan kecemburuan sosial dan memicu konflik horizontal pada masa yang akan datang, jika tidak tertangani dengan serius.
Di sisi lain, Sumut dengan kelebihan sumber daya alam dan letak geografisnya yang strategis, merupakan permata tersembunyi yang belum banyak terkelola dengan baik. Atas dasar itulah, Dompet Dhuafa Waspada berikhtiar membuat sebuah program berbasis pemberdayaan ekonomi yang memang sudah menjadi strategi lembaga hingga tahun 2017. “Program pemberdayaan ekonomi adalah metode paling efektif membantu masyarakat dhuafa menjadi berdaya,” ujar Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Waspada, Halimah Tusa’dyah saat silaturahmi serta memberikan pelatihan program Kampoeng Ternak Mandiri (KTM) Desa Pematang Rambai Kec. Ujung Kubu Kab. Batubara, Rabu (25/10).
Halimah menjelaskan, sudah tujuh bulan program KTM di Batubara digulirkan kini lima dari 10 orang anggota kelompok Program yang awal diberikan lima ekor kambing kini sudah bertambah hingaa enam dan tujuh ekor serta masih ada lagi kambing betina lainnya sedang hamil. Pak Kasmin, salah seorang dari penerima manfaat program ini yang sehari-harinya adalah petani ini tersenyum bangga bercerita dan menunjukkan anak kambing pertamanya yang berusia kurang lebih sebulan dan tiga kambing lainnya sedang menunggu waktu kelahiran. Meski terkadang harus dihadapkan pada kondisi kambing sakit, dan mati karena beberapa hal. Kondisi ini tidak menyurutkan semangatPeternak untuk terus mencari tahu upaya-upaya pencegahan dan perawatan kambing jenis domba ini secara baik.
Ide digulirkannya program Kampoeng Ternak Mandiri bermula dari adanya potensi ekonomi dalam aktivitas tahunan Dompet Dhuafa Waspada melalui syiar ibadah kurban. Setiap tahunnya, keterbutuhan akan hewan kurban, khususnya kambing terus meningkat. Pada akhirnya, dari perpaduan potensi sumber daya alam, sumber daya manusia, ekonomi, dan fakta isu sosial di atas, Dompet Dhuafa Waspada berharap, kehadiran program Kampoeng Ternak Mandiri dapat membantu masyarakat dhuafa menjadi lebih berdaya. Program ini pun diharapkan dapat menjadi pusat pelatihan dan training budidaya ternak kambing di Sumut.
Selain itu juga menjadi sentra pemasok domba atau kambing yang sehat dan berkualitas, untuk mendukung kegiatan para petani di sekitar lokasi, serta sebagai ikhtiar membantu mengentaskan kemiskinan di Sumatera Utara. “Semoga semakin banyak dhuafa yang terbantu melalui program Kampoeng Ternak Mandiri ini. Oleh karena itu, tentunya sokongan dari berbagai pihak baik individu, komunitas, media, pemerintah, maupun swasta akan sangat berarti. Dompet Dhuafa Waspada memiliki konsep, sistem, dan data mustahik yang mengantre uluran tangan para donatur,” pungkas Halimah. Kampoeng Ternak Mandiri adalah salah satu bukti bahwa dana zakat, infak, sedekah, dan wakaf dapat memberikan efek baik pada banyak hal. Terutama dalam ikhtiar pengentasan kemiskinan. “Terima kasih donatur, semoga menjadi berkah bagi kita semua,” ucapnya

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

Tinggalkan Komentar