Kampung Zakat di Labuhanbatu Sinergi Kemenagsu dan FOZ Sumut Resmi Diluncurkan

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

Kampung Zakat yang dibentuk oleh Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara bersama Forum Zakat (FOZ) Sumatera Utara diluncurkan secara resmi oleh Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf RI, Drs. H. Tarmizi Tohor, MA, Jumat (16/12).

Kampung Zakat ini dibentuk sebagai wujud penyaluran dana zakat produktif yang diberikan kepada mustahik di desa Janji, Kec. Bilah Barat, Kab. Labuhanbatu, Prov. Sumatera Utara.

Hadirnya Kampung Zakat ini pun turut mengundang kebahagiaan bagi warga Labuhanbatu sebagaimana yang disampaikan oleh Bupati Labuhanbatu Dr. H. Erik Adtrada Ritonga, MKM saat menghadiri acara.

“Satu kebahagiaan bagi kami di daerah Labuhanbatu dipilih menjadi lokasi kampung zakat. Kami berharap hadirnya kampung zakat bisa membawa kebermanfaatan bagi mustahik menjadi muzakki,” ucapnya.

Apresiasi juga disampaikan Direktur Zakat dan Wakaf Kemenag RI, Drs. H. Tarmizi Tohor, MA, yang mengatakan bahwa kampung zakat yang dibentuk dengan berbagai program pemberdayaan ini sangat baik.

“Bagus sekali kampung zakat yang dibentuk ini, beda-beda pemberdayaannya disesuaikan dengan ciri khas daerahnya. Seperti pemberdayaan sapu lidi ini, harapannya bisa memberdayakan mustahik punya penghasilan,” ungkapnya dalam sambutan.

Tentang dibentuknya kampung zakat ini, Kakanwil Kemenagsu, Drs. H. Abd. Amri Siregar, M.Ag, menyampaikan bahwa kampung zakat ini kita bentuk di 33 kabupaten kota.

“Kami memang memilih Labuhanbatu sebagai tempat diresmikannya kampung zakat. Karena saya yakin bupatinya turut mendukung program ini,” ucap Kakanwil Kemenagsu.

Ia juga menyampaikan bantuan yang diberikan memang tidak langsung diberikan langsung. “Dari dana yang ada kita serahkan kepada penggiat dalam hal ini ke FOZ untuk mencari penerima manfaatnya yang diberdayakan,” ungkapnya.

Turut menjelaskan tentang Kampung Zakat, Ketua FOZ Sumut, Sulaiman, mengatakan ada 13 lembaga yang terlibat membentuk kampung zakat.

“Dompet Dhuafa Waspada fokus pemberdayaan Sapu Lidi, Rumah Zakat Pemberdayaan Ekonomi Kueh Basah, IZI Program Sarana Air Bersih, DT Peduli UMKM Kerupuk Ubi dan Kerupuk Pisang, Yatim Mandiri, Ulil Albab, BMH, PPPA Daarul Qur’an, PYI fokus di Pendidikan, serta Rumah Yatim, Nurul Hayat, WIZ memberikan paket kebutuhan pokok,” paparnya.

Sulaiman juga turut mengajak masyarakat untuk ikut menyukseskan kampung zakat. “Kami butuh keterlibatan masyarakat, karena ini sudah ada pemberdayaannya, silakan dibeli dari UMKM seperti sapu lidi dan pemberdayaan lainnya agar tujuan untuk menyejahterakan ekonomi masyarakat pun dapat terwujud,” ajaknya.

Ucapan terima kasih mewakili dari masing-masing lembaga juga turut disampaikan Sulaiman kepada Kemenagsu serta Pemkab Labuhanbatu.

“Terima kasih kepada kemenagsu yang masih mempercayai kami untuk sinergi bersama, untuk pemkab Labuhanbatu atas sambutan baiknya,” ucapnya.

Acara peresmian ini juga dihadiri oleh Staff Khusus Menteri Agama RI H. Hasan Basri Sagala, S. Ag, Kabid Penais Zawa Kanwil Kemenagsu Abdul Azim, MA, Kasi Zawa Kanwil Kemenagsu M. Asrul, M.Pd, Kakan Kemenag Labuhanbatu Dr. H. Asbin Pasaribu, M. Ag, Ketua Baznas Labuhanbatu H. Erwin Siregar S.H,
Ketua MUI Labuhanbatu Drs. H. Abdul Hamid Zahid, dan jajaran tamu undangan lainnya.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

Tinggalkan Komentar