Dompet Dhuafa genap berusia 32 tahun pada 2 Juli 2025. Memasuki usia ke-32, lembaga filantropi Islam ini terus meneguhkan perannya dalam pemberdayaan dan kemanusiaan, dengan mengusung konsep industri komunal sebagai fokus utama milad tahun ini.
Setelah tahun lalu membawa tema “A Smiling Foundation” yang memperkuat karakter philanthropreneur, tahun ini Dompet Dhuafa menanam harapan baru bagi para mustahik melalui berbagai bentuk pemberdayaan yang berkelanjutan.
Selama lebih dari tiga dekade, Dompet Dhuafa menunjukkan pertumbuhan yang konsisten. Pada Ramadan 2025, penghimpunan dana Dompet Dhuafa mengalami kenaikan sebesar 14,8% dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, program Kurban Nasional mencatatkan angka 36.709 ekor setara domba/kambing, meningkat 33,70% dibandingkan tahun lalu.
“Angka-angka ini bukan hanya statistik, melainkan cerminan dari kepercayaan masyarakat yang terus tumbuh dan efektivitas program dalam mendistribusikan amanah,” ungkap perwakilan Dompet Dhuafa.
Perjalanan Dompet Dhuafa dimulai dari sebuah rubrik di Harian Umum Republika pada 1993, sebelum menjadi yayasan pada 1994. Kini, Dompet Dhuafa telah menjelma menjadi salah satu Lembaga Amil Zakat (LAZ) nasional terkemuka, yang terus memperluas dampaknya melalui inovasi program.
Sulaiman, Pimpinan Dompet Dhuafa Waspada, menaruh harapan besar pada usia baru lembaga ini.
“Kami berharap Dompet Dhuafa terus bergerak maju, menjadi pelayan umat yang tidak hanya responsif terhadap kebutuhan masyarakat, tetapi juga mampu menghadirkan solusi yang berkelanjutan untuk Indonesia yang lebih sejahtera,” ujarnya.
Konsep industri komunal yang diusung tahun ini menandai langkah konkret Dompet Dhuafa dalam membangun kemandirian ekonomi bagi komunitas, menjadikan milad ke-32 sebagai momentum untuk menumbuhkan kekuatan bersama demi kesejahteraan umat.




