Pilu Warga di Gunung Semeru, Luka Bagi Kita

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

Erupsi Gunung Semeru menyisakan pilu yang mendalam bagi warga di sana. Bagaimana tidak, awan panas bergulung datang menghampiri permukiman warga tanpa aba-aba.
Berdasarkan pengamatan Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), jarak luncur guguran awan panas Gunung Semeru mencapai 11 kilometer.
Dengan keadaan panik mereka berlari meninggalkan rumah mereka. Dalam kondisi yang gelap dan menyesakkan, warga berupaya untuk menyelamatkan diri namun beberapa diantara mereka ada juga yang terpaksa harus menjadi korban.
Fakta yang didapat berdasarkan data BNPB, pasca erupsi terdapat 14 orang meninggal dunia, 9 orang masih dalam pencarian, 56 orang luka dengan rincian 35 orang luka berat serta 21 orang luka ringan.

Pilu semakin mendalam saat ditemukan seorang ibu yang sudah renta berpelukan dengan anaknya di antara reruntuhan bangunan. Di lokasi yang berbeda juga ditemukan jenazah seorang ibu menggendong bayinya tertimbun lahar.
Saat ini, warga yang berhasil menyelamatkan diri bertahan di pengungsian seperti sekolah, balai desa, dan juga masjid. Tidak ada yang bisa mereka jadikan pegangan selain keselamatan.
Mereka belum berani untuk kembali ke rumah karena kondisi rumah dipenuhi lumpur yang tidak karuan. Kondisi ini benar-benar memilukan.
Jangan lupa selipkan doa terbaik untuk mereka, semoga musibah ini segera sirna. Karena, pilu yang saat ini mereka rasakan adalah luka bagi kita.
 
 

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

Tinggalkan Komentar